provider paket internet murah cepat stabil bagus terbaik dedicated ip statis corporate untuk kantor jakarta bogor depok tangerang bekasi karawang-Korban Malu Lapor, Kasus Penipuan Siber Terus Merajalela

Korban Malu Lapor, Kasus Penipuan Siber Terus Merajalela
Pakar komputer forensik, Ruby Alamsyah, mengungkap sejumlah faktor yang mendorong penipu siber untuk terus melakukan aksinya di internet. Beberapa di antaranya adalah korban penipuan siber hingga penegak hukum.

Ruby menilai para korban penipuan memainkan peran penting dalam kesuksesan memberantas penipuan di internet. Sayangnya, banyak korban yang tidak melaporkan kasus yang mereka alami, sehingga menghambat langkah hukum yang seharusnya bisa dilakukan.

provider paket internet murah cepat stabil bagus terbaik dedicated ip statis corporate untuk kantor jakarta bogor depok tangerang bekasi karawang-Korban Malu Lapor, Kasus Penipuan Siber Terus Merajalela

“Ada beberapa hal yang membuat korban tidak mau mengaku, seperti malu sudah menjadi korban (takut diolok-olok), tidak mau diekspos hingga proses laporan yang bisa memakan waktu lama. Bahkan ada juga tidak merasa atau tidak sadar sudah menjadi korban,” ungkap Ruby saat ditemui di seminar Indonesia dan Ancamam Siber yang Merajalela di Universitas Gunadarma, TB Simatupang, Jakarta, Sabtu (10/6/2017).

Sementara, dari sisi penegak hukum, Ruby menilai langkah yang diambil belum maksimal. Ia berharap penegak hukum bisa menindak semua pelaku kejahatan siber di Indonesia, sehingga membuat mereka jera.

provider paket internet murah cepat stabil bagus terbaik dedicated ip statis corporate untuk kantor jakarta bogor depok tangerang bekasi karawang-Korban Malu Lapor, Kasus Penipuan Siber Terus Merajalela

Lebih lanjut, Ruby menghimbau para netizen Indonesia lebih peduli dengan keamanan data-data mereka saat berselancar di dunia maya. Langkah ini, katanya, bisa mencegah netizen menjadi korban penipuan di internet.

“Para pengguna (internet) harus memiliki kepedulian terhadap keamanan berinternet. Di Indonesia hal ini belum terlalu digaungkan, padahal di negara maju sudah digaungkan ke seluruh pengguna, baik itu orang TI (Teknologi Informasi) atau non-TI,” tuturnya.

(Din/Cas)

Warga Asing Sering Jadi Otak Kejahatan Siber Perbankan Indonesia
Warga Negara Asing (WNA) disebut sering menjadi dalang kejahatan siber di sektor finansial, yang menyerang perbankan di Indonesia. Para pelaku kerap mengatur rencana kejahatan mereka dari luar negeri.

provider paket internet murah cepat stabil bagus terbaik dedicated ip statis corporate untuk kantor jakarta bogor depok tangerang bekasi karawang-Korban Malu Lapor, Kasus Penipuan Siber Terus Merajalela

“Kejahatan siber yang paling sering terjadi di Indonesia adalah financial cybercrime dan pelakunya kebanyakan adalah orang asing,” tutur Pakar Komputer Forensik, Ruby Alamsyah, saat ditemui Tekno Liputan6.com di acara seminar “Indonesia dan Ancaman Siber yang Merajalela” di Universitas Gunadarma, TB Simatupang, Sabtu (10/6/2017).

Salah satu contoh kasus adalah ATM frauds atau pembobolan ATM. Menurut Ruby, hampir semua pembobolan ATM didalangi oleh pihak asing dengan bantuan tim operasional orang Indonesia. WNA yang kerap menjadi dalang berasal dari Rusia.

provider paket internet murah cepat stabil bagus terbaik dedicated ip statis corporate untuk kantor jakarta bogor depok tangerang bekasi karawang-Korban Malu Lapor, Kasus Penipuan Siber Terus Merajalela

Menurut Ruby, pihaknya sudah berulang kali menyampaikan kepada pihak berwenang, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk menangkap dalang di balik kejahatan siber tersebut. Karena kalau tidak, insiden serupa akan terus terjadi.

“Kita sudah sering bilang ke OJK, tapi kalau otaknya (dalang serangan) tidak ditangkap ya percuma. Karena kalau di sini, mereka hanya rekrut tim untuk operasional saja, sedangkan koordinatornya di sana,” jelas Ruby.

Selain merekrut tim operasional, kata Ruby, dalang kejahatan siber tersebut menggunakan rekening orang Indonesia untuk mempermudah pengiriman uang kepada mereka.

“Setiap pelaku memakai rekening orang lain untuk menampung uang yang masuk dari para korban, setelah itu akan dikirimkan ke mereka. Biasanya jumlahnya sudah dibagi dengan yang menampung uang tersebut di sini,” ungkap Ruby.

(Din/Cas)