paket internet kantor corporate jakarta barat-Mahasiswa Surakarta Garap Aplikasi Pendeteksi Unsur Hara

Mahasiswa Surakarta Garap Aplikasi Pendeteksi Unsur Hara
Satu lagi karya anak bangsa di bidang teknologi. Kali ini, tiga mahasiswa Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Surakarta, menciptakan aplikasi PUHA (Pendeteksi Unsur Hara) berbasis smartphone Android. Ketiganya adalah Muhammad Adnan, Muhammad Jundu Maulan, dan Syaefudin.

paket internet kantor corporate jakarta barat-Mahasiswa Surakarta Garap Aplikasi Pendeteksi Unsur Hara

Aplikasi PUHA memiliki sejumlah fungsi yang diklaim dapat membantu aktivitas petani kelapa sawit di Tanah Air dalam mendeteksi pH tanah dari perkebunan kelapa sawit.

paket internet kantor corporate jakarta barat-Mahasiswa Surakarta Garap Aplikasi Pendeteksi Unsur Hara

Tak cuma itu, para petani juga akan mendapatkan informasi untuk memperbaiki lingkungan tanah dengan menambahkan kapur dan gipsum. Dengan begitu, lingkungan tanah perkebunan akan lebih berkualitas dan dapat menghasilkan produksi panen lebih baik dan stabil.

paket internet kantor corporate jakarta barat-Mahasiswa Surakarta Garap Aplikasi Pendeteksi Unsur Hara

Dikutip Tekno Liputan6.com dari keterangan resmi tim pengembang aplikasi PUHA, aplikasi ini diyakini sebagai yang pertama di dunia. Tak cuma untuk mendeteksi unsur hara, aplikasi ini nantinya juga akan dikembangkan untuk mendeteksi unsur hara berbagai tanaman di Indonesia, seperti padi, karet, rempah dan masih banyak lagi.

Mekanismenya, aplikasi tersebut mengusung sistem ganda dengan hardware (perangkat PUHA) dan software berupa aplikasi PUHA itu sendiri. Sistemnya terpantau oleh smartphone Android dan perangkat PUHA.

paket internet kantor corporate jakarta barat-Mahasiswa Surakarta Garap Aplikasi Pendeteksi Unsur Hara

PUHA dilengkapi dengan 1 sensor pH meter, perangkat untuk mengetahui tanah yang dipakai dan yang akan digunakan untuk tanaman kelapa sawit. Setelah sensor mendeteksi tanah, hasilnya berupa Analog to Digital Converter (ADC), dan diubah ke dalam tegangan ADS, dan sejumlah tegangan akan diubah ke dalam bentuk pH.

Kelapa sawit memiliki pH tanah optimum yaitu 5,5-6,5. Jika sensor pH mengukur kurang dari pH optimal kelapa sawit, ia akan diberi tambahan kapur ton/ha. Bila sensor pH lebih dari pH optimal kelapa sawit, akan ditambahkan gipsum ton/ha.

Perangkatnya secara garis besar tersusun atas sistem mikrokontroler dari Arduino Uno, sensor pH meter, modul pH2.0, interface (3 foot patch), dan Bluetooth HC-05. Perangkat ini juga menggunakan dimensi yang simpel dan begitu mudah untuk digunakan petani. Ia dapat terus disempurnakan, dengan tujuan agar manfaatnya bagi petani dapat terpenuhi.

(Jek/Why)

Software Buatannya Dibeli Hacker, Mahasiswa ini Hampir Dipenjara
Seorang mahasiswa di Amerika Serikat (AS) dihukum tiga tahun percobaan setelah software besutannya dijual di situs marketplace. Kok bisa?

Ternyata software yang diciptakannya memiliki fungsi berbahaya yang dapat membuka celah bagi para penjahat siber (cyber criminal) untuk meretas smartphone Android.

Morgan Culbertson, mahasiswa Carnergie Mellon University, Pennsylvania, AS, menciptakan sebuah aplikasi bernama Dendroid yang mampu mengontrol smartphone Android dari jarak jauh. Ia kemudian menjualnya di pasar bebas cyber crime Darknode.com.

Sebagaimana dilaporkan Silicon dari Associated Press, Kamis (9/2/2017), aplikasi tersebut dibeli oleh seorang hacker seharga US$ 400 atau sekitar Rp 5,3 juta dan dipakai untuk meretas 1.500 smartphone.

Karena tindakannya itu, Culbertson wajib menjalani 300 jam pelayanan masyarakat. Pria berusia 22 tahun ini ‘terselamatkan’ dari hukuman penjara karena argumennya di pengadilan.

Dalam pembelaanya, ia berkilah bahwa ia menggunakan kemampuannya meretas hanya sebatas untuk menguji kemampuannya, bukan berniat untuk meretas. Culbertson mengaku menyesal atas tindakannya tersebut.

“Aku betul-betul minta maaf atas apa yang aku lakukan. Hal ini akan terus menghantuiku seumur hidup,” ujarnya.

Sayangnya, tak diketahui berapa banyak smartphone yang sudah terinfeksi oleh software buatan Culbertson. Pasalnya, aplikasi Dendroid itu dikabarkan telah dikopi dan dipakai untuk menyerang 450.000 ponsel lain.

(Cas/Isk)